Kata Share | Mas Sehat | Ston SEO Responsif Blogger Template
Diberdayakan oleh Blogger.

Sedan Impian yang Bikin Galau

Jakarta, KompasOtomotif - Muncul pertanyaan ketika menyaksikan penampilan Honda All-New City yang makin memukau dengan karakter sporty dan dinamis. Apakahfeeling berkendara dan berada di dalam sama seperti penampilannya? Seberapa hebat City terbaru ini sehingga terpaksa dibanderol mulai Rp 277 juta hingga Rp 321 juta. Sebab harga tersebut tergolong kritis, terutama di kalangan para perintis karir yang ingin tampil dinamis.

Satu-satunya cara adalah langsung mencoba. Kebetulan KompasOtomotif mendapat kesempatan dengan media lain, untuk sekedar mencoba varian E CVT, di seputaran Serpong, BSD, Tangerang Selatan, dalam gelaran test drive yang digelar Honda Prospect Motor, beberapa waktu lalu.

Sport
Kesan sporty dan dinamis langsung terasa saat melongok ke kabin. Begitu pula dengan ruang yang terlihat lebih lapang. Seolah tak percaya, jok belakang langsung jadi sasaran utama. Ternyata benar saja, ruang kaki dan kepala lega untuk ukuran pria dewasa dengan tinggi 170 cm. Sandaran terasa pas sehingga duduk di belakang terasa nyaman. Pindah ke ruang kemudi, tubuh langsung dipeluk erat oleh jok berdesain semi bucket.

Ketika diperhatikan kelengkapan di dasbor dan setir, banyak hal baru, baik dibanding pendahulu maupun pesaingnya. Seperti tombol Econ, yang berfungsi mengatur bukaan gas agar mampu memberikan pengendaraan yang efisien, meski karakter pengemudi tergolong agresif. Lalu ada tombol start/stop, pengatur audio di setir, dan paddle shift yang berada di balik lingkar kemudi. Di tengah dasbor ada head unit berbentuk monitor layar sentuh 6,1 inci. Pengatur AC juga menggunakan model layar sentuh.

Sebagai pembeda dari rival, disematkan teknologi cruise control dan kontrol stabilitas (VSA :Vehicle Stability Assist), yang biasanya dipakai pada segmen di atasnya. Ada lagi hill start assistyang membantu mencegah gerakan mundur saat berhenti di tanjakan, saat hendak melaju kembali.

Nyaman
Ciri khas suspensi yang rigid pada setiap produk Honda kini sedikit berkurang pada All-New City. Ayunan suspensi terasa lebih empuk dari sebelumnya. Hal tersebut terbukti saat melintas di jalan konblok dan juga jalan rusak di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Kendati demikian, stabilitas yang dimiliki masih mumpuni dan stabil. Rasa tersebut muncul ketika melakukan zig-zag saat menghindari lobang di jalan. Begitu pula saat manuver di tikungan cepat. Pergeseran body belakang dan juga gejala oversteer-khas model sedan-minim dirasakan. Saat digeber di kecepatan 120 kpj tidak terjadi gejala limbung, dan ban terasa mantap mencengkram aspal.

Mesin 1.5L, SOHC, lengkap dengan katup variabel i-VTEC, mampu mengeluarkan tenaga 120 PS, sama seperti mesin sebelumnya. Hal lain yang terasa saat ujicoba adalah ketika melakukan akselerasi menggunakan transmisi CVT model baru. Ada beberapa perbedaan karakter di setiap mode transmisi, Normal (D), Sport (S), dan semi manual yang perpindahan giginya menggunakanpaddle shift.

Karakter
Pada mode normal, perpindahan gigi naik atau turun tidak terasa adanya hentakan. Akselerasi spontan dengan pedal gas ditekan hingga mentok (kick down) khas CVT sangat terasa. Rpm langsung berada di posisi maksimal (mendekati redline), sementara spidometer terus naik. Tenaga seolah terus mengalir untuk mencapai kecepatan maksimal.

Sedangkan pada mode sport, tarikan awal (torsi) cukup terasa. Bahkan seperti mendapat porsi yang lebih dibanding mode normal. Sementara untuk mode semi manual, sensasi berkendara transmisi manual amat terasa. Bedanya, ketika lupa mengubah posisi gigi yang lebih tinggi saat jarum rpm mencapai redline, ECU akan langsung memerintahkan perpindahan ke posisi lebih tinggi. Namun jika Anda cukup cermat saat melakukan shift up, jeda perpindahan gigi cukup responsif. 

Bahkan saat posisi mobil melaju 100 kpj di posisi gigi 6, dan tiba-tiba langsung diturunkan ke gigi 3, engine brake yang terjadi tidak mengakibatkan hentakan. Hanya jeritan mesin yang terdengar. Ketika mencoba lebih ekstrem dan memindah ke gigi 2, hal tersebut tidak terjadi. Ada indikasi ECU memerintahkan bertahan di gigi 3 agar kinerja mesin tidak terlalu berat.

Kesimpulan
Dengan segala kelebihan baik dari sisi tampilan, teknologi, performa dan ketrampilan, All-New City bisa jadi rekomendasi untuk sedan di segmen kompak. Sayang label harga yang tinggi akibat beban pajak impor dan barang mewah, membuat peminatnya menjadi galau dan harus rela "puasa", atau gigit jari merelakannya pergi.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Sedan Impian yang Bikin Galau di blog Doc Trate Degreez jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Kata Share | Mas Sehat | Ston SEO Responsif Blogger Template